ULAMA’ JUGA BEKERJA

tidak sedikit orang yang mengatakan belajar di pesantren membuat hidup menjadi miskin karena tidak bisa bekerja, waktunya habis untuk belajar, stigma seperti ini harus di tepis, meski dalam masyarakat banyak di temukan fakta demikian, karena dalam sejarah islam ada banyak ulama salaf yang sedemikian padatnya kegiatan keilmuan mereka, baik untuk belajar maupun mengajar, yang masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri maupun keluarga.

mereka yg akrab dg ilmu agama tentu mengenal imam dhahabi. beliau di kenal dg sebutan itu sebab belia bekerja meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai tukang emas, demikian pula imam subuky As-sysfi’i beliau di kenal dg tukang pelebur logam, sedangkan jmam abu hanifa dan imam ibnu mubarrak, di kenal sebagai pedagang yang kaya raya. selain itu masih banyak kisah-kisah yang mashur, seperti imam Ahmad, Imam Syafi’i, Imam Robi’ah dan lain- lain.

oleh karena itu di antara para perowi hadist, banyak di juluki dengan pekerjaan-pekerjaan mereka, As-Samman (Si penjual minyak wangi), As-Soydalani (apoteker), Bazzas (penjual kain) dan banyak yang lain.

semoga dengan mengetahui kisah-kisah para ulama’ ini, para calon santri-santri, orang tua ,masyarakat, tidak skeptis terhadap sistem atau lembaga-lembaga yang menitik beratkan kurikulum mereka pada pendidikan agama,,,,,,,,

trimah kasih semoga bermanfaat,,,,,,,,,

Iklan
Pos ini dipublikasikan di artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s